MENJUAL BANGSA !!!

Standard

Krisis, kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan di Indonesia sudah bisa dirasa tidak menghebohkan lagi. Menjual bangsa untuk rupiah juga telah menjadi hal yang tak mengherankan saat ini.

Indonesia, negeri dengan sejuta kekayaan dari berbagai bidang. Tidak bisa dipungkiri indonesia bisa disebut dengan negara yang memiliki budaya terbanyak didunia. Bukan hanya tempat wisata, makanan daerah, baju adat, bentuk rumahpun memilki perbedaan antara suku yang satu dengan suku yang lainya. Hal itu adalah nilai plus bagi bangsa indonesia. Dan hal itu tentu saja memiliki nilai jual tersendiri. Kebutuhan yang mendesak membuat kita untuk “Menjual bangsa” kita kepada para wisatawan untuk mengais dolar dari kantung mereka. Berbagai wisatawan dari segala penjuru dunia berbondong-bondong pergi ke indonesia untuk bisa menikmati segala hal yang ada disini. Devisa melimpah dirasakan oleh bangsa kita. Dan hal ini tentu saja sangat membantu bagi negara kita yang sekarang ini dilanda masalah dari berbagai sektor. Terutama dalam hal ekonomi.

Tetapi datangnya “gerombolan” itu juga memberikan masalah tersendiri bagi bangsa kita. Masalah ini telah menjadi masalah setiap negara yang membiarkan negaranya “diinjak” oleh warga negara lain. Wisatawan-wisatawan itu membawa budaya mereka. Wisatawan ( terutama dari negara yang menjunjung tinggi kebebasan tanpa batas seperti Amerika serikat ) membawa kebebasan mereka ke negara yang mereka singgahi. Kebebasan telah menjadi hak mereka yang selalu dijunjung tinggi dinegara mereka. Kebebasan yang dijunjung tinggi itu telah menjadi budaya mereka. Budaya mereka bergabung dengan budaya negara yang mereka singgahi. Kebanyakan budaya yang mereka bawa tidak sesuai dengan norma yang dijujung oleh negara kita. Karena kebebasan kita masih kita batasi dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku didaerah kita. Tetapi hal itu sangat sulit untuk dielakan. Sebagaian besar remaja Indonesia terbuka akan adanya perubahan. Dan hanya sebagaian kecil dari remaja Indonesia yang bisa memilah-milah itu. Memilah antara budaya baik dan buruk bagi Indonesia. Akibatnya Indonesia ditelan mentah-mentah oleh budaya asing yang cenderung negatif bagi Indonesia

Masuknya budaya asing bukan hanya dibawa oleh para wisatawan, media massa juga ikut berperan dalam masuknya budaya asing ke Indonesia. Baik cetak maupun non cetak berperan besar dalam hal ini. Dan hal ini merupakan salah satu hal yang sulit untuk dihindarkan, karena media massa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai golongan. Kita dapat mengambil salah satu contoh dari media massa itu sendiri yaitu Televisi ( TV ). Di Indonesia hampir semua orang memiliki TV, baik yang kaya maupun tidak. Karena TV adalah sarana hiburan yang paling mudah didapatkan. Padahal TV adalah sarana yang paling mudah diserap oleh semua golongan, sehingga masuknya budaya asing dapat dengan mudah dialami oleh negara Indonesia yang sebagaian besar memiliki TV dirumahnya.

Selain TV, koran, majalah, tabloid juga ikut andil mempermudah masuknya budaya asing.

Tetapi kita tidak bisa menyalahkan media massa, karena media massa adalah mata kita. Dan jika tidak ada media massa, maka kita akan kembali ke “Kegelapan”. Dimana kita menjadi bangsa yang tidak tahu apa-apa dan tidak berkembang.

Memang kebudayaan asing yang masuk di Indonesia tidak selamanya buruk, kita dapat melihat salah contoh tentang penggunaan sendok maupun garpu yang menggatikan posisi makan menggunakan tangan. Ataupun penggunaan alas kaki atau sepatu.

Jika memang masuknya budaya asing tidak dapat terelakan lagi, sepatutnya kita bisa menjadi “Filter” itu sendiri. Filter yang bisa sebagai penjaga dan pelindung, agar budaya kita tetap terjaga seiring masuknya budaya asing. Kita sekali-kali patut untuk “Mencontek” Jepang yang maju dan terbuka dengan adanya perubahan tetapi sangat menjunjung tinggi budaya mereka.

Advertisements

15 responses »

  1. Yap sama bro, aku juga tetep cinta Indonesia kok! Walau bgmnpun, Indonesia tumpah darah saya.
    Oya trimakasih atas kunjungannya. Ditunggu kunjung baliknya lg ya!

    • iyah benar kata sunarnosahlan,,

      filter yang tepat agar kita tidak terseret arus budaya asing memang haruss dipake baik-baik oleh anak bangsa,,

      terimakasih sudah mengunjungi blog saya,,
      sering mampir2 yah…

  2. sekarang kan jaman penjajahan baru ya??

    hutang negara makin lama makin gede,bisa jual pulau buat bayar utang nih lama2 kalo begini caranya ,mbok ya kalo gak mampu hidup semampunya gitu ya?? *geleng2 kepala sama para petinggi negara yg minjem duit terus keluar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s